Wajib Tambah Modal! Emiten Grup Salim AHAP Bakal Go Private?

Wajib Tambah Modal! Emiten Grup Salim AHAP Bakal Go Private?

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Emiten asuransi konvensional umum Grup Salim PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) disebut akan melakukan penambahan modal, termasuk via rights issue.

Hal tersebut dilakukan seiring adanya rencana https://judol-terpercaya.store/ penerbitan aturan modal minimum perusahaan asuransi terbaru. Selain itu AHAP juga terbuka untuk opsi go private seperti emiten Salim lainya yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Hal ini terungkap setelah AHAP  baru-baru ini melakukan transaksi afiliasi dengan mengajukan pinjaman subordinasi ke pengendali perusahaan PT Asuransi Central Asia (ACA) senilai Rp30 miliar. Manajemen menyebut aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis dan terus menjaga tingkat solvabilitas perseroan.

Dalam keterbukaan informasi terkait Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Pinjaman Dana disebutkan, AHAP akan menyelesaikan pinjaman kepada ACA dengan cara pengembalian tunai secara bertahap dengan memperhatikan hal-hal sebagaimana diatur di atas.

Atau alternatifnya dengan mengonversi saham AHAP pada saat AHAP melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) melalui Penawaran Umum Terbatas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan publik.

Seiring dengan itu, menurut sumber yang mengetahui akan adanya transaksi ini, terbuka potensi AHAP akan melakukan rights issue dalam waktu dekat.

Kendati demikian masih menurut sumber tersebut, AHAP juga bisa berpotensi go private alias hengkang dari bursa apabila rights issue dianggap lamban dan kurang efisien, seperti yang dilakukan di persahaan Salim lain yakni META.

Sebelumya Direktur META sudah mengungkapkan alasan mengapa perseroan melakukan aksi Go Private yakni tidak ingin lagi melakukan rights issue secara terus menerus.

Melihat kasus ini dan mengingat AHAP harus menyuntik modal untuk memenuhi aturan modal inti asuransi hingga Rp 1 triliun, menurut sumber yang mengetahui akan transaksi ini peluang AHAP untuk go private menyusul META cukup terbuka.

Aturan Anyar Asuransi

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) soal permodalan asuransi. Ke depannya, akan ada Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE) dan Kelompok Usaha Perusahaan Asuransi (KUPA).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiunan OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, KPPE ini realisasinya mirip dengan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) di perbankan. Dalam POJK tersebut, KPPE dikelompokkan menjadi dua.

“Ada KPPE 1 ada KPPE 2. Kira-kira yang lebih kompleks dan high risk hanya bisa dilakukan KPPE 2. Kita ikut pola bank KBMI, pemenuhan permodalannya kita buat berjenjang, tahap 1 tahun 2026, kemudian tahap 2, 2028,” ungkap Ogi dalam Konferensi Pers peluncuran Road Map Perasuransian, di Jakarta, pada 23 Oktober 2023.

Ditargetkan, modal minimum perusahaan asuransi konvensional akan ditetapkan menjadi Rp 500 miliar. Selanjutnya, modal minimumnya akan didorong mencapai Rp 1 triliun pada 2028.
Kemudian, perusahaan reasuransi konvensional, modal minimumnya akan ditingkatkan dari Rp 200 miliar menjadi Rp 1 triliun pada 2026. Selanjutnya, modal minimum akan ditingkatkan menjadi Rp 2 triliun pada 2028.
Sementara, menurut laporan keuangan per 30 September 2023, modal (ekuitas) AHAP mencapai Rp195,90 miliar. Masih di bawah target OJK di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*