Modal Nyaleg Rp100 Ribu, Aldi Taher Pasrah Jika Tak Duduk di Senayan, Segini Perolehan Suaranya

Bermodalnya nyaleg Rp100 ribu, Aldi Taher pasrah jika tak dapat kursi di Senayan.

Aldi Taher tampak pasrah jika tak menjadi anggota DPR RI.

Adapun dikatakan Aldi Taher, dirinya hanya bermodalkan Rp100 ribu selama masa kampanye caleg anggota DPR RI.

Dikatakan Aldi Taher untuk melakukan kampanye seharusnya ia tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

Namun pada masa kampanye kemarin di dapil Jawa Barat VII, Aldi Taher keluar uang Rp 100 ribu untuk beli es teh manis.

“Budget Rp 100 ribu, serius. Kan kampanye ga keluar duit,” ujar Aldi Taher dilansir Tribun-medan.com, Kamis (22/2/2024).

“Ini aja Rp 100 ribu kecolongan. 100 ribu buat beli teh manis,” sambungnya.

Secara terang-terangan, Aldi Taher mengaku bahwa dirinya maju sebagai caleg karena ingin mencari uang dari gaji bulanan.

Menurutnya tak akan ada yang mau maju jadi anggota legislatif kalau tidak ada gaji yang ditawarkan pemerintah.

“Kan dari awal saya bilang saya nyaleg nyari duit, emang kalau jabatan ga ada gaji ga ada tunjangan masih mau ga nyaleg?,” katanya.

Aldi menjelaskan bahwa mencari uang yang dimaksud adalah mencari nafkah halal dengan menjadi anggota legislatif dan melayani masyarakat.

Ia menuturkan uang gaji sebagai wakil rakyat adalah halal selama tidak mengambil hak orang lain dengan memanfaatkan jabatan.

“Nyari duit tuh maksudnya dari gaji kan kita semua cari kerjaan yang halal, yang ga halal kan ngepet,” ucap Aldi.

“Dari awal nyari duit nyari gaji kerja buat nafkahin anak istri, inshaallah ga ngambil hak orang,” terusnya.

Aldi Taher maju nyaleg DPR RI di dapil Jawa Barat VII bersama partai Perindo.

Pantauan dari laman resmi KPU, sejauh ini Aldi Taher mendapat perolehan 1705 suara.

Ketika ditanya soal nasibnya maju nyaleg, Aldi Taher terlihat pasrah. Bagi Aldi jika memang rejekinya lolos dirinya akan dapat kursi di Senayan.

“Kalau lolos duduk kalau nggak ya nggak duduk,” ungkap Aldi Taher.
Aldi mengaku tak menyangka bahwa dirinya menjadi salah satu yang punya suara tinggi di partai.

“Nggak nyangka juga yang pasti makasiH buat temen-temen yang udah nyoblos, siapa pun yang dudukk inshaallah amanah,” tutur Aldi.

Soal keyakInan lolos atau tidak, Aldi tak berani mendahului kewenangan dari KPU karena salah bicara.

“Nunggu KPU, memang tugasnya KPU. Kalau saya ngomong ntar blunder,” beber Aldi.

“Kalau nggak lolos tetep semangat terus berkarya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*