Militer Israel Bombardir Rumah Pemimpin Hamas di Gaza

Militer Israel Bombardir Rumah Pemimpin Hamas di Gaza

Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya menyerang kediaman pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Jalur Gaza. Kediaman Haniyeh itu disebut kerap menjadi titik pertemuan para pemimpin senior Hamas.
Seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (16/11/2023) https://143.42.75.229, Haniyeh diketahui tidak ada di kediamannya saat serangan terjadi karena dia sejak lama mengasingkan diri ke Qatar.

“Semalam, jet tempur (militer Israel) menyerang kediaman Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, yang digunakan sebagai infrastruktur teroris dan sering menjadi titik pertemuan para pemimpin senior Hamas utnuk mengarahkan serangan terhadap warga sipil Israel dan tentara (Israel)” sebut militer Israel dalam pernyataannya pada Kamis (16/11) waktu setempat.

Tidak disebutkan lebih lanjut apakah ada korban jiwa dalam serangan jet tempur Israel ke kediaman Haniyeh tersebut.

Dalam pernyataannya, militer Israel juga mengklaim pasukannya berhasil menghancurkan gudang senjata Hamas.

“Selama pengambilalihan kamp Al-Shati, pasukan (militer Israel) menemukan dan menghancurkan gudang senjata Angkatan Laut Hamas, yang berisi peralatan menyelam, alat peledak, dan persenjataan,” demikan pernyataan militer Israel.

Militer Israel, dalam pernyataannya, juga menyebut pasukannya ‘menyerang para pasukan Hamas dan menemukan persenjataan, termasuk sabuk peledak, barel peledak, RPG, rudal antitank, peralatan komunikasi, dan dokumen intelijen’.

Hamas belum memberikan komentar atas klaim Israel tersebut.

Selama lebih dari sebulan terakhir, Israel melancarkan pengeboman tanpa henti terhadap Jalur Gaza dan mengerahkan operasi darat untuk menumpas Hamas. Serangan Israel itu dimaksudkan membalas serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang.

Laporan terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 11.500 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Israel. Jumlah korban tewas itu termasuk 4.710 anak-anak dan 3.160 perempuan.

Pada Rabu (15/11) dini hari, pasukan Israel menyerbu kompleks Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza, setelah menuduh Hamas memiliki pusat komando di bawah rumah sakit tersebut. Tel Aviv mengklaim penyerbuan itu sebagai ‘operasi yang tepat dan terarah terhadap Hamas’.

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan pada Kamis (16/11) waktu setempat bahwa pasukan Israel menyerbu RS Al-Shifa untuk kedua kalinya dalam 24 jam terakhir. Sumber-sumber lokal menyebut sejumlah buldoser dan tank Israel menyerbu kompleks rumah sakit dari pintu barat semalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*