Korupsi Bansos Kemensos 2020, Risma: Sebelum Saya Menteri

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat memberi keterangan pers di Gedung Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu, 24/5. Kementerian Sosial (Kemensos) membenarkan adanya penggeledahan di kantornya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku belum menjabat sebagai menteri saat kasus bantuan sosial (bansos) beras bergulir.

“Ternyata betul berita acaranya masalah BGR (Bhanda Ghara Reksa) dan itu tahun 2020. Jadi saya dilantik Pak Presiden https://www.rtpkas138.xyz/ itu 27 Desember 2020. Kejadiannya ini sekitar September,” kata Risma dalam konferensi pers di Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).

“Saya enggak tahu. Kalau teman-teman tanya itu masalahnya gimana, saya enggak tahu,” sambungnya. Meski mengaku tidak tahu, Risma merasa program bansos beras itu aneh.

Pasalnya, dia membaca berita acaranya bahwa uang yang dikorupsi ada Dayasos dan ada keterlibatan Lijamsos.

“Hanya yang saya tahu ini aneh. Waktu saya baca, kenapa duitnya di Dayasos, kenapa kemudian ada orang dari Lijamsos turut serta. Itu saja saya yang heran. Tapi kan saya tidak tahu, case, kejadiannya itu kayak apa,” ucapnya.

Adapun, Risma menegaskan dirinya antikorupsi. Dia menuturkan tidak pernah terpikir untuk melakukan korupsi, karena dia tidak ingin menyakiti rakyat miskin penerima bansos.

“Niat saja nggak ada. Kepikir saja nggak ada. Apalagi saya mau menyakiti orang miskin. Gila ini. Saya mau dapat neraka” ujarnya. Menurutnya, dirinya justru tidak segan-segan mengganti bansos dengan uangnya sendiri alias nombok. “Jadi saya nggak mau. Kalau perlu saya nombok,” tegasnya.

KPK sendiri melakukan pengeledahan pada Selasa (24/5/2023). Dari pengeledahan tersebut, KPK diketahui meminta dokumen terkait dengan bansos beras tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*