Kabar Baik, Pasar Tenaga Kerja AS Maret Mulai Mendingin

WASHINGTON, DC - MAY 12: Flags at the base of the Washington Monument fly at half staff as the United States nears the 1 millionth death attributed to COVID May 12, 2022 in Washington, DC. U.S. President ordered flags to fly at half-mast through next Monday and said the nation must stay resolved to fight the virus that has “forever changed” the country. (Photo by Win McNamee/Getty Images)

Data penggajian non pertanian (non-farm payroll/NFP)naik sesuai dengan ekspektasi di bulan Maret setelah pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat (7/4/2023) bahwa pemberi kerja menambahkan sebesar 236.000 pekerjaan untuk bulan tersebut, dibandingkan dengan perkiraan Dow Jones sebesar 238.000 dan di bawah pertambahan 326.000 pada bulan Februari.

Tingkat pengangguran turun ke angka 3,5%, berlawanan dengan ekspektasi pelaku pasar yakni bertahan di angka 3,6%. Penurunan berarti partisipasi angkatan kerja meningkat ke level tertinggi sejak sebelum pandemi Covid.

Pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan tersebut mengurangi tekanan pertumbuhan upah. Penghasilan per jam rata-rata naik 4,2% bulan lalu dari tahun sebelumnya, berkurang dari kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Klaim pengangguran mingguan, proxy PHK, telah meningkat dari posisi terendah dalam sejarah dan lowongan pekerjaan telah menurun menandakan berkurangnya permintaan pekerja karena pasar tenaga kerja secara bertahap mulai mendingin.

Perkembangan ini mengikuti kampanye Fed selama setahun terakhir untuk melonggarkan pasar tenaga kerja yang secara historis ketat. Bank sentral telah meningkatkan suku bunga pinjaman sebesar 4,75 poin persentase, siklus pengetatan tercepat sejak awal 1980-an dalam upaya untuk menurunkan inflasi yang melonjak.

Beberapa pejabat Fed mengatakan minggu ini mereka tetap berkomitmen untuk melawan inflasi dan melihat suku bunga tetap tinggi setidaknya dalam waktu dekat, meskipun pasar tetap skeptis.

Pelaku masih tetap mengantisipasi kemungkinan satu kenaikan suku bunga terakhir di bulan Mei, tetapi dengan pemotongan sekitar satu poin persentase pada akhir tahun 2023.

Di saat bersamaan investor khawatir bahwa langkah Fed kemungkinan akan mengakibatkan resesi yang dangkal, sesuatu yang ditunjukkan oleh pasar obligasi sejak pertengahan 2022.

The Fed New York mengatakan selisih antara Treasurys 3 bulan dan 10 tahun mengindikasikan kemungkinan resesi sebesar 58% dalam 12 bulan ke depan. Pelacak PDB The Fed Atlanta menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya 1,5% pada kuartal pertama, setelah menunjukkan kenaikan 3,5% dua minggu sebelumnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*