Istri Syok saat Klaim Uang Asuransi setelah Suami Meninggal, Ternyata Sudah Puluhan Tahun Selingkuh

Dalam kehidupan berumah tangga, banyak orang yang mudah tersesat ketika dihadapkan pada godaan dari luar seperti kejadian wanita diselingkuhi suami selama lebih dari 20 tahun.

Kisah wanita diselingkuhi suami selama lebih dari 20 tahun itu seketika menarik atensi warganet.

Dikutip tribun-medan.com dari eva.vn Rabu (14/2/2024), kasus wanita diselingkuhi suami selama lebih dari 20 tahun ini terjadi di Taipei, Taiwan.

Menurut informasi yang diberikan sang istri, pasangan tersebut menikah pada tahun 1980.

Mereka hidup harmonis dan dikaruniai seorang putra.

Suaminya adalah mantan manajer hotel.

Karena alasan pekerjaan, sang suami mengatakan ia perlu menyewa rumah di luar demi kenyamanan.

Pasangan ini pun hidup terpisah dari tahun 2000 hingga kematian sang suami akibat serangan jantung pada Oktober 2022.

Pria ini membeli 2 paket asuransi dengan nilai total sekitar 2,9 juta dolar NT (sekitar Rp 1,4 miliar) dan nama penerima manfaat adalah putra kandung dari pasangan tersebut.

Namun, ketika putranya menyerahkan dokumen untuk menerima uang asuransi, perusahaan asuransi memberitahunya bahwa penerima manfaat dalam kontrak telah diubah ke orang lain.

Hal itu dilakukan 11 hari sebelum kematian sang suami dan sejumlah uang tersebut juga telah dicairkan.

Setelah diselidiki, sang istri mengetahui bahwa yang menerima uang asuransi adalah kekasih suaminya yang juga rekannya di hotel tersebut.

Suaminya telah tinggal bersama kekasihnya selama bertahun-tahun.

Ia percaya bahwa wanita tersebut mengetahui suaminya sudah menikah namun tetap hidup bersama seperti itu, melakukan perzinahan, menghancurkan pernikahan bahagianya dan melanggar hak-haknya.

Dalam gugatannya, dia meminta kekasih suaminya untuk membayar kompensasi sebesar 2 juta yuan (sekitar Rp 4,3 miliar) untuk menghibur jiwanya.

Wanita simpanan itu mengatakan bahwa ia dan pria itu telah hidup bersama selama lebih dari 22 tahun.

Selama pria itu jatuh sakit, dialah yang membawanya ke dokter.

Ketika sang istri tiba di rumah sakit, ia juga mengetahui bahwa keduanya sedang bertemu.

Kekasih sang suami juga mengatakan, pria itu sudah lama tidak pulang untuk menemui istrinya di hari libur.

Hal itu pula yang membuatnya beranggapan bahwa hubungan suami istri keduanya hanya sebatas di atas kertas.

Saudara perempuan almarhum juga mengatakan ia mengetahui kakaknya berselingkuh dengan rekan wanitanya.

Keduanya bahkan pulang untuk bertemu keluarga di Tahun Baru Imlek.

Meski tidak ada yang mengatakannya dengan lantang, mereka semua mengerti tentang hubungan mereka.

Pada hari libur biasanya keluarga mereka berkumpul di rumah orang tuanya, namun kakak dan istrinya sudah lama tidak muncul bersama.

Jika mereka datang hanya untuk memberi oleh-oleh lalu pergi.

Pengadilan Negeri Taipei memutuskan bahwa istri sah mempunyai sikap pasif, tak memperdulikan suaminya yang tinggal jauh dari rumah sehingga orang yang setiap hari tinggal bersama suaminya sampai meninggal adalah kekasihnya.

Hal ini jelas menunjukkan bahwa hubungan mereka tidak bisa disebut pernikahan yang bahagia.

Namun, wanita yang tinggal bersama laki-laki yang sudah menikah sampai kematiannya itu benar-benar melanggar aturan perkawinan dan keluarga.

Setelah mempertimbangkan dengan hati-hati, pengadilan menyatakan bahwa simpanan suami harus membayar 100 ribu yuan (sekitar Rp 217 juta) kepada istri sah untuk menghibur jiwanya dan dapat mengajukan banding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*