IHSG Lompat Dua Hari Beruntun, Efek Capres Ganjar atau Anies?

Foto multiple exposure karyawan berswafoto di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022).  Jumlah investor pasar modal Indonesia bertambah signifikan dibandingkan 2021. Berdasarkan data KSEI per 3 November 2022, jumlah investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID) telah mencapai 10.000.628 atau naik 33,53% dari 7.489.337 di akhir 2021.  (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi II perdagangan Kamis (27/4/23) melesat 0,51% menjadi 6.910,14 secara harian. Sentimen “Ganjar Pranowo Effect” mewarnai kenaikan IHSG sore ini.

Di akhir sesi II, Sebanyak 303 saham menguat, 225 saham melemah, sementara 203 lainnya mendatar. Perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 11,5 triliun dengan melibatkan 24 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,6 juta kali.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv mayoritas sektor dengan sektor Energi memimpin penguatan hampir empat persen.

Pada penutupan kali ini, Bayan Resources berkontribusi paling besar dengan bobot 31,88 indeks poin disusul sebesar Bank Rakyat Indonesia 15,85 indeks poin.

Salah satu sentimen positif dari dalam negeri yang mengangkat berasal dari efek pencalonan Ganjar Pranowo sebagai presiden 2024.

“Ganjar Pranowo effect” tidak langsung bekerja ke pasar keuangan karena ada jeda cukup lama antara pengumuman dan pasar dibuka kembali kemarin (26/4/23).

Namun, sentimen “Ganjar Effect” menjadi angin segar bagi IHSG selama dua hari terakhir. Kemarin IHSG melesat 1,29% di level 6.910,14. Kenaikan ini sekaligus mematahkan kutukan dua tahun terakhir di mana IHSG selalu ditutup di zona merah setelah libur panjang Lebaran.

Pencalonan Ganjar menarik banyak perhatian karena dia datang dari partai penguasa. PDI-P akhirnya mengumumkan pencalonan Ganjar sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, Jumat (21/4/2023).

Sebagai catatan, Saat presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi dicalonkan sebagai capres PDI-Perjuangan 12 Maret 2014, IHSG melesat 3,23% pada penutupan perdagangan ke posisi 4.390,77.

Indeks berada pada posisi tertinggi sejak 19 September 2013 atau enam bulan terakhir. Kenaikan IHSG sebesar 3,23% sehari juga merupakan yang tertinggi sejak 2 Januari 2014

Nilai tukar rupiah juga menguat tajam 0,26% ke posisi Rp 11.350/US$1.

Melesatnya IHSG dan rupiah tak bisa dilepaskan dari besarnya dukungan masyarakat ke Jokowi pada saat itu.

Berbagai kalangan sudah mendesak PDIP untuk segera mencalonkan Jokowi tetapi partai tersebut memilih untuk menahan diri.

IHSG kembali menyambut positif Jokowi saat dicalonkan kembali untuk periode kedua pada 23 Februari 2018.

IHSG pada hari tersebut ditutup menguat 0,41% ke 6619,80. IHSG menguat setelah tiga hari sebelumnya terus melemah.

Nilai tukar rupiah terus menguat 0,11% ke Rp 13.665/US$1. Rupiah menguat setelah melemah sepekan sebelumnya.

Berbeda dengan Jokowi, IHSG tidak terlalu antusias menyambut pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres.

Pada saat SBY resmi mencalonkan sebagai capres pada 12 Maret 2004, IHSG ditutup melemah 0,41% smentara rupiah melandai 0,35%.

Namun, pada saat SBY mencalonkan diri untuk capres dua periode, IHSG melesat. Pencalonan SBY diresmikan pada Minggu 19 Oktober 2008 dan IHSG langsung ditutup melonjak 1,97% pada Senin keesokan harinya.

Pencalonan Anies Baswedan sebagai capres di pemilu 2024 juga disambung dingin pasar. Anies resmi dicalonkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada 3 Oktober 2022. IHSG pada hari tersebut ditutup melemah 0,44% sementara rupiah melandai 0,49%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*